PUISI
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Syair Untuk Disa
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Syair Dari Bilal
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Syair Untuk Laras
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Bertamu
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Kata Awan
mendonga kepalanya dengan lamunan kosong..
air wajah ceria namun hatinya berbicara.
mengapa dingin rasanya?
yang ku tau raga ceria.
mata hatinya terbuka melihat awan tebal sedikit terhalang ranting kering.
indah menggumpal menutupi senja kuning redup namun tenang.
itu hangat ingin sekali rasanya tuk selimuti hati ini.
bila iya,
terusir dingin dan tenang sanubari.
bogor, 11 desember 2016
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Kata Laras
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Harap Rintih
tentang pengakuanku
kau sungguh tak sangka dan amat sangat meragu.
kau tak sangka bilaku bisa mencintamu.
mengapa begitu,bukannya kau sadar waktu itu?
bukannya waktu itu kau ada disekitarku?
bukannya waktu itu matamu begitu indah?
bukannya waktu itu keelokan rupa mu banyak sekali yang menyanjungnya?
jangan salahkan bilaku cinta kasih.
jangan salahkan penciptamu yang membuatmu indah dan didamba.
datanglah padaku berserta alasanmu
hargailah sebuah anugerah konyol dari Tuhan kita ini
siapapun tak ingin begini
tak ingin diberi harapan serintih ini. kekasih
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Tatap Nan Keliru
Pamulang, 2 agustus 2015
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Tak Perlu Malu
dan tak kan berbuat sekeji kisah kasih mu yang dahulu terhadapku.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Nafsu Cinta
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Lamunan
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Aku Jawaban Mu
Judul : Syair Untuk Disa
pergilah jauh
rianglah disana dengan kasihmu
aku tak mengapa
aku tak lara
barangkali nanti tak bahagia
hati ini tulus terbuka
hati senantiasa menyapa mesra menyambut hadirnya disa
bila kita sudah bersama
kita bertualang bersama bahagia
jangan pergi lagi tinggalkan bekas luka
ku takut hati ini buta tak terbuka karna benci lantaran kecewa.
Bogor,16 juli 2016
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Syair Dari Bilal
kau sungguh kekasih yang abadi.
kau yang beriku safa'at kelak nanti.
kau yang temaniku kala lirih.
kau tiada ganti.
hadirmu membawa kabar gembira.
setiap tutur dan perbuatan penuh makna.
yang datang membawa pelita kala gelap dan senyapnya hati.
kau penuh arti.
aku selalu bersamamu bertemankan iman.
bersama disetiap waktu kala lalai dalam ingatan.
jauh darimu pesanmu selalu terngiang.
tak bosan kau berikan aku peringatan.
kau bangunkan aku kala waktu azan.
sesekali aku yang bangunkanamu kala waktu azan.
kau memujiku lima waktu
aku rindu akan itu
sekarang kau kembali dikeabadian kekasih.
pesanmu aku jangan bersedih.
bagaimana bisa aku begitu...
yang pohon saja menangis tersenduh-senduh...
wajar saja kekasih
aku ingin berlari
tak tahan aku melihat segala tentangmu
tanpa ada ragamu.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Syair Untuk Laras
sudah ku duga,
ungkapanku tak akan sekata
tatapnya hanya canda tanpa rasa
salahnya aku terlalu menerka
hingga parah hati nelangsa
aku pergi laras datang
lama tak berjumpa samapi rasa tiada
lama putus asa,baru dia bilang cinta
seribu sayang,telat datangnya
hatiku terlanjur kecewa
laras berkata terbata bata
cintaku sudah penuh warna
lantas tak sangka matanya berkaca
laras sedih hatinya lara.
Bogor, 13 juli 2016
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Bertamu
aku digerayangi wajahnya
entahlah kini makin kental dari kopiku
sial sial sial!
aku kalah..aku berpuisi karnanya!
hahaha
kalau saja dia tau kalau malam-malam begini dia memenuhi pikiran orang lain.
tidak sopan gadis,larut begini bertamu..
besok saja..
dan jangan lupa berkemas biar tinggal disini.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Kau Selalu Begitu
Kau selalu begitu
Bergitar di balkon,kawan
Mendangak kearah langit
Yang barangkali mirip rasamu.
Kau selalu begitu
Menggenggam botol
Dan rokok ditangan kananmu
Menghisap kearah langit
Yang seolah tak habis pikir.
Kau selalu begitu
Matamu berkaca kearah langit,lalu
Merunduk dan pundakmu bergoyang
Yang nampak belum juga tabah merelakan.
Kau selalu begitu,belakangan ini.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Kata Awan
mendonga kepalanya dengan lamunan kosong..
air wajah ceria namun hatinya berbicara.
mengapa dingin rasanya?
yang ku tau raga ceria.
mata hatinya terbuka melihat awan tebal sedikit terhalang ranting kering.
indah menggumpal menutupi senja kuning redup namun tenang.
itu hangat ingin sekali rasanya tuk selimuti hati ini.
bila iya,
terusir dingin dan tenang sanubari.
bogor, 11 desember 2016
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Kata Laras
kini,cinta membuat langkah ini ringan
tidak sama sekali murung
selepas kita saling cinta
kau selalu penuhi pikiranku
bantu aku disepertiga malam ini sayang
diperaduanku kini lelah terjaga rasanya
terdengar berlebihan tapi kini malam yang berat
aku tenggelam dalam rinduku sendiri
saat malam berganti siang berjanjilah sayang
temui aku untuk sekedar minum teh
aku mencintaimu
begitu hati berkehendak
begitu kaki menapaki bumi
begitu tak ada antara
dan lagi
kecupanmu buatku terjaga malam ini.
Tangerang selatan,16 juni 2018
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Harap Rintih
tentang pengakuanku
kau sungguh tak sangka dan amat sangat meragu.
kau tak sangka bilaku bisa mencintamu.
mengapa begitu,bukannya kau sadar waktu itu?
bukannya waktu itu kau ada disekitarku?
bukannya waktu itu matamu begitu indah?
bukannya waktu itu keelokan rupa mu banyak sekali yang menyanjungnya?
jangan salahkan bilaku cinta kasih.
jangan salahkan penciptamu yang membuatmu indah dan didamba.
datanglah padaku berserta alasanmu
hargailah sebuah anugerah konyol dari Tuhan kita ini
siapapun tak ingin begini
tak ingin diberi harapan serintih ini. kekasih
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Tatap Nan Keliru
tak tau dimana datangnya rasa itu
hasratnya hanya tercurah lewat tatap
tatap yang penuh pesan tersirat.
entah hanya aku yang merasa ku yakin kau pun sama
matamu begitu menghujam jantungku.
tetapi,mengapa hanya aku yang terkesan tergesah kasih,
kau hanya diam seperti tak ada apa-apa.
dimana ku temukan jawabannya?
dalam jumpa hanya sungkan yang kita rasa
ku ingin bicara
namun ku takut tatap itu tak ada pertanda apa-apa.
Pamulang, 2 agustus 2015
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Tak Perlu Malu
tak perlu memujiku tuk hilangkan sakit ku yang dahulu
sakit waktu kau umbang-ambing rasa cinta ku
karna tetap ku tak ragu tuk terima cintamu,dan ku anggap semua hanya masalalu.
namun,kini kau buatku keliru dengan sikapmu yang baru
sikapmu yang ragu diselimuti malu
padahal,
aku tak menginginkan dirimu yang baru
mengapa berubah?
kau tak perlu berubah juita
mengapa berubah hanya karena lama tak berjumpa
tak mengapa,
aku tak berbeda..
aku tetap sama,aku yang selalu mencinta
dan tak perlu ada ragu,
aku tak kan buat kau keliru
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Nafsu Cinta
cintamu diiringi nafsu
dibelenggu nafsu kau tak merasa terganggu
samapi kapan kau jejali kasihmu
kau tak sadar selang waktu akan datang azab tuhanmu
sudahlah
itu hanya tipu daya
setan senang kau diperdaya
sungguh lemah
dibudaki setan kau tak mau menghantam
sekarang kau senang bersama setan
karna setan butuh tontonan yang mengharukan.
tontonan kau dipecut hingga banyak goresan.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Sulit
Judul : Sulit
sulit
sulit ku bayangkan cintaku
sulit ingin ku tuang diputih kertas dengan corak warna indahmu
sulit warnanya merah kuning jingga biru..
sulit karena kenyataannya abu curahan hatimu.
sulit ku tulis
ku sobek dan ku kepal.
sulit
indah mu terlalu sulit ku curahkan dilembar yang basah penuh air mata
dimana kutulis kata cinta ku?
terlalu sulit..
sulit
ku takut kata cintaku hanya menghalangi warna warni indahmu.
sulit
ku takut kau caci
basah kertasnya penuh noda.
Judul : Lamunan
lamunanku kau tak tahu
disini penuh wajahmu
aku ingin luapkan
bukan hanya memikirkan caranya
meski sulit,
rasanya ingin mengumbar kata dangan sejuta mesra nan indah
walau
lamunanku penuh gelisah
walau
aku sendiripun butuh kata indah
walau
kau hibur aku dengan kata rayu mu,
jujur itu dapat membuatku tersenyum mesra.
Oleh : SALIHOEN KAREEM
Judul : Aku Jawaban Mu
sampai saat ini rasa tak kunjung pergih.
tidak banyak berharap namun cemas.
cemas rasanya tinggalkan juita yang penuh liku jalan hidupnya.
yang belum tentukan jalan mana yang baik baginya
malang
cinta namun tak seirama
keras nadanya
berderu keras jiwanya
sampai-sampai lelah
lelah tak tenang
hingga tak hanyut tidur juga
dimana mimpi bagimu?
aku ingin kamu tenang kasih.
mengapa tak nyah dari situ?
tempat mu bukan disitu
disitu terlalu keras nadanya
tak bisa tenangkan jiwamu
aku punya nada
nada tenang untukmu
agar tenang jiwamu
supaia kau tertidur dan
mimpi indah kita bersama.
mimpi indah kita bersama.
Komentar
Posting Komentar